loader

Team Work

 
 

Outbound, Pembinaan dan Pengembangan Karakter SDM

IMG_0012Outbound, Pembinaan dan Pengembangan Karakter SDM

Outbound, Pembinaan dan Pengembangan Karakter SDMD alam rangka membangun dan membentuk sosok aparatur negara yang memiliki watak, karakter, dan profesionalitas, maka Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam hal ini bagian kepegawaian menyelenggarakan acara  “Pengembangan Karakter SDM Pertanian – II Tahun 2014 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan” melalui kegiatan outbound di Kampung Sampireun Garut,  dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ir. Spudnik Sudjono K, MM  Rabu (18/6).

Dalam kesempatan tersebut, Spudnik mengungkapkan bahwa pengembangan karakter SDM sangat penting sebagai ujung tombak keberhasilan pelaksanaan program pembangunan pertanian. Pengembangan karakter SDM di lingkungan Ditjen TP melalui kegiatan outbound didasari pada sebuah filosofi yaitu membentuk manusia yang disiplin, professional, dan visioner. Sehingga dititikberatkan pada peningkatan skill, knowledge, dan attitude.

Lebih lanjut Spudnik menegaskan, kegiatan outbound bukan untuk main-main atau sekadar rekreasi. Kegiatan outbound merupakan bagian dari pengembangan karakter  SDM dan peningkatan kerja pegawai. Apalagi mengingat bahwa suatu tugas tidak akan mungkin berhasil dilaksanakan tanpa kerjasama dan kerja bersama-sama seluruh tim (Team Work). Karenanya setiap permainan dan kegiatan outbound mengandung pesan masing-masing untuk pengembangan karakter. Permainan yang diadakan mengedepankan kerja sama, kekompakan, ketangkasan, konsentrasi, kecermatan, kreativitas, inovasi, terobosan-terobosan, kejujuran, disiplin, dan kerja keras.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tanaman pangan sangat bergantung pada kerjasama dan sinergi yang baik dengan berbagai pihak, bukan ansich kementerian pertanian. Semua tugas tidak akan mampu dilakukan sendiri-sendiri. Semua terhitung  penting dari yang paling bawah sampai ke pucuk pimpinan. Sekecil apapun kontribusi pegawai, tentu sangat bermanfaat. Jadi hasil kerja dan prestasi yang dicapai dalam pembangunan pertanian merupakan hasil bersama,” ujar Spudnik. Melalui program tersebut juga diharapkan seluruh pegawai mampu menetapkan tujuan, sasaran, proses kegiatan, dan tolak ukur unjuk kerjanya masing-masing sehingga menghasilkan kualitas pekerjaan yang lebih efisien, efektif, dan produktif.

Adapun karakter yang ingin kita bangun adalah tingkat kepercayaan diri dan optimisme tinggi, adaptif, memiliki ketertarikan, keingintahuan, inisiatif, kreatif, analitis, proaktif, kepekaan, empati, kemampuan, kesabaran (endurance), integritas, komitmen, loyal, mandiri, semangat kebersamaan (mampu bekerjasama), menjalin hubungan persaudaraan, mempererat tali silaturrahim, kesepahaman, saling mengerti,  dan memiliki jiwa kepemimpinan sebagai wujud dari perpaduan berbagai karakter dan fitur. Sehingga karakter atau mindset pegawai senantiasa menjadi aparatur pertanian yang amanah dan bertanggung jawab. Dengan demikian, lanjut beliau, sudah semestinya kegiatan outbound ini mampu membentuk tim solid, yang mampu bekerjasama dan bekerja bersama-sama, positif saling bersinergi, sehingga tugas berat pun menjadi ringan, dan tidak ada lagi sekat-sekat pemikiran baik antar pegawai maupun antar unit kerja Demi Reformasi Birokrasi yang lebih baik, tegasnya mengakhiri sambutan. Tak heran jika Spudnik sangat mendukung dan mendorong terlaksananya kebijakan ini dengan baik.

Acara pembukaan diawali laporan ketua panitia yang dalam hal ini disampaikan oleh Kasubag Kepegawaian Dra. Yulianti. Dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan outbound diadakan untuk yang kedua kalinya dengan jumlah peserta 65 orang dari masing-masing unit kerja. Selain itu Yuli menyatakan bahwa program tahunan ini merupakan momen penting untuk menunjang suksesnya pembangunan tanaman pangan dengan mempersiapkan SDM yang profesional, tangguh, baik fisik maupun mentalnya. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah namun bukan juga hal yang mustahil. Salah satu yang menunjang pengembangan karakter SDM adalah melalui kegiatan outbound. Untuk itu kerjasama tim harus ditingkatkan. Tugas berat tidak bisa di-handle sendiri. Harus terjalin rasa kebersamaan dan gotong royong.

“Dalam pelaksanaannya, tim harus mampu membangun kesepemahaman-kesepemahaman visi antara kegiatan dengan struktural,”  itulah point penting dari kegiatan outbound ini, tandasnya. Sehingga Tujuan Outbound disamping unsur rekreasi dan fun, kami desain sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan untuk dapat melatih proses pengambilan keputusan bersama yang cepat dan tepat. Secara garis besar kegiatan outbound ini berorientasi pembentukan SDM sebagai seorang individu yang handal dari segi Kecerdasan Spiritual, Emotional dan Intelektual (IQ) sehingga mampu bekerjasama dalam team, dapat mengembalikan keseimbangan aplikasi kecerdasan akal, kematangan emosi, dan kemampuan bekerjasama serta komunikasi kedalam lingkungan kerja, dan dapat memberikan kesadaran kepada para peserta untuk saling peduli dan mampu mengoptimalkan kekuatan tim sehingga terbentuklah Sinergy dalam bekerja, tegas Yuli.

Tidak kalah penting outbound yang diselenggarakan selama tiga hari ini Rabu-Jumat, (18-20 Juni 2014) diberikan pembekalan kepada seluruh peserta berupa pembinaan mental keagamaan yang diisi oleh Ustadz H. Fuad Muhsin S.AG dari Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung. Dalam ceramahnya Ustadz mengatakan bahwa hendaknya dalam setiap langkah dan kerja kita selalu ingat 5 hal yaitu Allah selalu menyertai, Allah selalu melihat / mengawasi, Allah selalu mendengar, Allah selalu menghisab / menghitung (meminta pertanggungjawaban), dan Allah akan membalas (sekecil atau sebesar apapun kebaikan dan keburukan yang kita perbuat). Dengan demikian kita akan selalu termotivasi untuk selalu melakukan kebaikan-kebaikan, melakukan kegiatan yang positif dan produktif. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Inti dari hidup adalah meraih kebahagian. Baik bahagia di dunia maupun bahagia di akherat. Untuk meraih kebahagiaan ada 7 cara : 1). Beribadah dengan benar dan istiqomah;  2). Berakhlak mulia; 3). Belajar tiada henti; 4). Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas; 5). Bersahaja dalam hidup; 6). Bantu sesama; 7). Bersihkan hati selalu.

Dua hal yang selalu kita hadapi dalam hidup ini yaitu cocok dan tidak cocok, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan tentu saja sikap yang paling benar adalah menyikapinya  dengan penuh rasa syukur. Untuk itu disamping dua hal tadi ada dua hal juga yang harus diingat dan dua hal yang harus dilupakan agar bisa meningkatkan motivasi dan kinerja kita. Yang harus diingat adalah Kebaikan orang lain pada kita di manapun kapanpun bahkan lampau sekalipun, dan Kesalahan Kita Kepada orang lain di manapun, kapanpun bahkan lampau sekalipun. Adapun yang harus dilupakan adalah Kebaikan kita pada orang lain dimanapun, kapanpun bahkan sebesar apapun, dan Kesalahan orang lain pada kita dimanapun, kapanpun bahkan sebesar apapun, lanjutnya.

Senada dengan Ustadz Fuad, Ibu Kustiati Soeharman SH dalam materi pembekalan character building mengatakan Reformasi birokrasi, reformasi struktural, dan lainnya tidak akan memberikan solusi kesuksesan pembangunan tanpa diiringi dengan reformasi mental atau pembentukan karakter. Disamping itu perlu ditunjang dengan institutional maker dengan membangun sistem yang baik dan menyusun program-program yang memberikan ruang pada para pegawai untuk meningkatkan kinerja dan motivasi kerja. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat ketekunan dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi internal) maupun dari luar individu (motivasi eksternal).

Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi seseorang untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/lembaga. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki seseorang akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. Jadi motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk dalam faktor internal adalah (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; dan (g) prestasi kerja yang dihasilkan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain: (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; dan (e) sistem imbalan yang berlaku serta cara penerapannya. Demikian tegasnya. Outbound kali ini berlangsung seru dari sebelumnya, karena permainannya lebih attractive dan kebersamaannya lebih terasa. Para peserta mengaku antusias mengikuti outbound karena disamping menambah pengalaman dan pengetahuan, tentu saja semangat kebersamaan dan ikatan silaturrahim lebih terjalin  dengan baik, ditambah dengan panorama yang sungguh indah, nyaman,  dan mempesona. Dengan mengikuti kegiatan outbound para pegawai diharapkan mendapatkan manfaat positif selain dari manfaat rekreatif, serta terwujudnya peningkatan semangat, kinerja, dan kekompakan. Dengan terwujudnya beberapa hal positif, sukses pembangunan tanaman pangan bisa tercapai dan pelayanan kepada masyarakat yang semakin baik serta memuaskan. (RR/MW)

 

Sumber : Subbag Hukum dan Humas Setditjen Tanaman Pangan

Jungle Survival For Corporate

UntitledProgram Jungle Survival  biasanya diterapkan lokasi hutan, hutan yang notabene tempat yang asing penuh tantangan. Para peserta akan bermain dan mendapat tantangan seluruhnya di dalam hutan, dimana peserta sebelumnya di berikan materi dan modal untuk bertahan di dalam hutan. Tentunya suasana akan dibuat benar – benar para peserta untuk dapat bertahan hidup dan Mencapai keberhasilan sesuai prosedur yang telah di buat dan di sepakati, Di Program Jungle Survival itu sendiri peserta tentunya tidak di layani, tetapi bagaimana peserta mencari dan Mendapatkan sesuatu dengan susah payah dan penuh perhitungan tentunya, dalam Program Jungle Survival peserta juga akan diajari bagaimana cara penggunaan kompas untuk pembelajaran navigasi darat, tumbuhan yang bisa di makan dan tidak, penggunan alat yang dibuat dengan apa yang ada di hutan. Diharapkan setelah peserta bisa menyelesaikan program ini akan mengalami pembelajari hidup yang lebih baik lagi untuk diri sendiri maupun untuk perusahaan dimana tempat peserta bekerja.

Sebagai tambahan dasar ilmu selain keahlian utama yang telah dimiliki “Program Jungle Survival” juga sangat cocok qbagi perusahaan yang ingin mengembangkan karyawannya agar memiliki kemampuan :

  • Leadership & Empowerment
  • Personal Development
  • Strategic Planning
  • Team Building
  • Team Work

 

 

 

Contact

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai JUNGGLE SURVIVAL,
silahkan hubungi kami:

MENTAHAN LOGO BAI SIZE KECIL

Phone :(+62 21) 8087 5711 | 8087 1020 | 0857 1183 9300

E-mail : info@outboundjakarta.com